Seribu bibit pertama kami akhirnya tertanam
Bagus Santika 12 Juni 2026
Foto: lingkungan
Tiga bulan lalu, lahan ini masih berupa tanah kosong yang retak-retak saat kemarau. Tidak ada yang mengira kami bisa menanam seribu bibit di sini dalam waktu sesingkat itu — termasuk kami sendiri.
Semua dimulai dari satu akhir pekan bersih-bersih lahan bersama 15 relawan. Dari situ, warga sekitar ikut penasaran dan mulai bergabung. Yang awalnya kegiatan dua bulan, akhirnya berjalan tiga kali lipat lebih lama karena antusiasme yang terus tumbuh.
Kini, seribu bibit itu sudah tertanam. Belum semuanya tumbuh sempurna, tapi setiap kali kami kembali ke lahan ini, ada saja bibit baru yang mulai bertunas. Bagi kami, itu sudah cukup jadi alasan untuk terus kembali.