Tawa yang kami bawa pulang dari Panti Asuhan Nurul Iman
Fajar Nugroho 25 Agustus 2026
Foto: sosial
Kami datang membawa santunan dan bingkisan sederhana, tapi acara paling ramai justru sesi bermain dan mendongeng setelahnya. Anak-anak berebut giliran bermain lempar bola dengan relawan.
Salah satu anak, yang awalnya malu-malu bersembunyi di belakang pengasuh, akhirnya ikut menari bersama teman-temannya sebelum kami pulang.
Kami pulang dengan tangan kosong dari bingkisan, tapi hati penuh — pengingat bahwa kehadiran kadang lebih berarti dari apa pun yang kami bawa.