Berbagi bukan soal jumlah, tapi kehadiran
Fajar Nugroho 8 Mei 2026
Foto: sosial
Rumah Nenek Sari ada di ujung gang yang sempit, hampir tidak terlihat dari jalan utama. Kami datang membawa satu paket sembako, tapi yang paling ia butuhkan ternyata bukan itu — melainkan seseorang untuk diajak bicara.
Kami akhirnya duduk hampir satu jam di teras rumahnya, mendengar cerita tentang anak-anaknya yang merantau dan betapa sepinya rumah itu belakangan ini. Paket sembako hanya jadi alasan awal kami datang.
Sejak hari itu, kami sadar: berbagi bukan cuma soal berapa banyak paket yang dibagikan, tapi soal seberapa hadir kami saat mengantarkannya.